Sabtu, 18 Juli 2015

kembali menyapamu..

tangisku kembali pecah saat menulis ini..
ndra
hari ini aku ultah lohh
kamu lupa yah?
ato emang sengaja di lupakan?
entah lah,yang awalnya dulu kita pernah berjanji setelah putus akan tetep baik-baik saja bahkan jadi sahabat,tapi semua itu tidak sesuai rencana kita..
aku merasa sangat jauh sekarang denganmu,aku merasa seprti orang asing.
ndra kamu tau skrang aku lagi dengerin vn yang 1 taun yang lalu kmu ucappin happy brithday ke aku
cuma itu yang bisa aku ulang-ulang,dengerin vn cody simpson awake all night yang kamu pernah nyanyiin buat aku di 1 bulan kita pacaran...

aneh banget rasanya aku gak tau gimana perasaanmu sekarang..
rasanya tangan ini ingin mengetik panjang lebar tentang apa yang aku rasakan
tapi pikiran ini bilang klo kamu pun tidak akan mengerti perasaaku
ia mereka benar mencintai terlalu dalam itu sia-sia dan menyakitkan
aku mencoba jadi wanita yang kuat saat ini
kenyataan memang sulit di terima tapi lama-kelamaan akan terasa biasa

aku juga kerumahmu kan tadi dan kamu mau tau alasan ku nangis tadi?
yah itu yang ingin kau tau
aku pun tidak mengerti mengapa tangisku pecah di hadpan keluargamu seolah-olah aku lemah
mungkin karena rindu ini
rindu akan senyummu yang aku tidak pernah terlihat saat kita jauh..
rindu kepada keluargamu yang sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri
dengar kah kmu kata nenek,bapak,sama mamamu?
'ko baru kelitan' aku ngerasa hati ini bener-bener tersayat oleh semua kata-kata itu ndra
ngerasa bersalah banget.
tapi kamu santai aja kan?

ia mungkin aku sudah tidak ad di hatimu..
mungkin kamu tidak tau rasanya jadi aku di sini
yang setiap usahaku tak pernah kau hargai lagi
kamu yang melupakan semua tentang kita dengan segampang itu.
ya aku percaya semua adalah rencana allah
aku hanya bisa berharap kau bisa merasakan sakitnya aku...

kamu tau kan aku tidak pernah ingin memutuskan talisilaturahmi kita
aku dtng kerumahmu tanpa ngabarin kamu
tapi aku brani dtng ke rmhmu
bayangkan aja wanita mana yang bisa sepertiku
yang telah kau sakiti dan kau juga yang merobek hati ini
tapi,aku tetep dtng ke rmhmu
minta maap kepadamu sampai aku tertunduk lemas di hadapanmu
menangis dan bahkan tertunduk di pangkuanmu seolah-olah aku yang salah
terimakasih atas tidak pedulianmu selama ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar